
Nuestros niños
Inti dari Semuanya
Mereka bukan hanya alasan kami memulai.
Merekalah alasan kami untuk terus maju.
Sejak pertemuan pertama, rasanya mustahil untuk tidak merasakan sesuatu yang berbeda.
Di tengah keterbatasan sumber daya, mereka menyambut kami dengan senyuman, pelukan, dan kegembiraan yang menular.
Tawa mereka, kepolosan mereka, cara mereka memberikan cinta tanpa syarat... itulah yang mengubah kami selamanya.
Karena meskipun mereka memiliki sedikit, mereka memberi begitu banyak.
Dan cinta itulah yang mengingatkan kita setiap hari bahwa jembatan ini layak untuk dibangun.
Bahwa ketika ada hubungan yang nyata, segala sesuatu yang lain akan mengikutinya.
Dan cinta itulah mesin paling kuat yang ada.

Berikut ini kami hadirkan para pahlawan kami:

Nama: Wahyuni
Dari : Makassar
Usia : 9 tahun
Tiba di Jabal Rahmah : 2 Juni 2019
Kisahnya:
Wahyuni adalah seorang yatim piatu dan anak bungsu dari empat bersaudara.
Sebelumnya, ia dan keluarganya hidup sebagai pemulung bersama ibunya.
Setelah rumah mereka dihancurkan oleh pemerintah setempat — karena sengketa tanah — dinas sosial menerima ibu dan keempat anaknya.
Kemudian, dinas sosial menghubungi Yayasan Jabal Rahmah untuk menawarkan mereka tempat tinggal yang aman.
Orangtua : Yatim (tidak punya ayah)

Nama: Siti Salwa
Dari : Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Usia : 16 tahun
Kedatangan : 25 Juli 2021
Kisahnya:
Siti, yang akrab disapa Siti, datang bersama sepupunya untuk melanjutkan studi di Sulawesi, karena desa asalnya hanya menawarkan sedikit kesempatan pendidikan dan mahal.
Sebagai anak tertua dalam keluarga berpenghasilan rendah, dia telah bekerja keras untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Orangtua: Kedua orangtua masih hidup

Nama: Asiah
Dari : Makassar
Usia : 15 tahun
Kedatangan : 2 Juni 2019
Kisahnya:
Asiah, anak kedua dari empat bersaudara, tinggal bersama keluarganya yang bekerja sebagai pemulung.
Ketika rumah mereka dihancurkan oleh pemerintah, dinas sosial memberi mereka tempat berlindung sementara.
Kemudian, mereka ditempatkan di Jabal Rahmah untuk menerima perawatan yang lebih stabil.
Orangtua : Yatim (tidak punya ayah)

Nama: Agus Salim
Dari : Jeneponto
Usia : 16 tahun
Kedatangan : 10 Mei 2013
Kisahnya:
Seorang anak laki-laki pemalu, Agus telah tinggal di Jabal Rahmah sejak ia berusia 5 tahun.
Setelah ayahnya meninggal dan ibunya berjuang dengan kesehatan mental, bibinya membawanya ke panti asuhan untuk memastikan dia dapat dirawat dan dididik.
Orangtua : Yatim (tidak punya ayah)

Nama: Siti Khumairah
Dari : Makassar
Usia : 20 bulan
Kedatangan : 13 Oktober 2023
Kisahnya:
Dikenal dengan sebutan Khuma, dia dipercayakan ke panti asuhan oleh neneknya hanya tiga hari setelah dilahirkan.
Ibunya meninggal saat melahirkan, dan neneknya, seorang janda, tidak dapat merawatnya sendirian.
Dia berharap Khuma akan menerima cinta dan perhatian yang layak diterimanya.
Orangtua: Yatim Piatu

Nama: Salsabila
Asal : Makassar
Usia : 3 tahun
Tiba di Jabal Rahmah : 14 Juli 2022
Kisahnya :
Salsabila adalah seorang gadis yang dirawat dan dibesarkan di panti asuhan Jabal Rahmah sejak dia baru berusia satu bulan.
Kedatangannya di panti asuhan terjadi ketika sepasang suami istri muda, yang masih berstatus pelajar, memutuskan untuk mempercayakan pengasuhannya kepada pihak panti, karena pada saat itu mereka belum siap untuk mengasuhnya.
Orangtua : Yatim Piatu

Nama: Evi Damayanti
Asal : Makassar
Usia: 15 tahun
Tiba di Jabal Rahmah : 10 Oktober 2013
Kisahnya:
Evi Damayanti, yang dikenal dengan nama Evi, telah tinggal dan tumbuh di panti asuhan Jabal Rahmah sejak ia berusia 4 tahun.
Dia tiba di panti asuhan bersama saudara laki-lakinya, dibawa oleh seorang pria yang menemukan mereka dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan: Evi menderita kekurangan gizi parah setelah ditinggalkan oleh orang tuanya.
Sebelumnya, ia dirawat oleh neneknya, yang sayangnya tidak dapat mengasuh kedua cucunya.
Akhirnya, Evi dan saudara laki-lakinya disambut di Jabal Rahmah, di mana hingga hari ini mereka menerima perawatan dan cinta yang layak mereka dapatkan untuk tumbuh dengan bermartabat.
Orangtua : yatim piatu

Nama: Aditia
Asal: Makassar
Usia: 16 tahun
Tiba di Jabal Rahmah: 2 Juni 2019
Kisahnya:
Aditia, yang akrab disapa Aco, adalah seorang yatim piatu dan anak tertua dari empat bersaudara.
Sebelumnya, ia tinggal bersama ibu dan adik-adiknya yang bekerja sebagai pemulung sampah.
Namun, setelah rumahnya dirobohkan oleh pemerintah setempat—karena berada di tanah sengketa—Dinas Sosial untuk sementara menampung ibu dan keempat anaknya.
Dinas Sosial kemudian menghubungi Yayasan Jabal Rahmah untuk menyediakan tempat tinggal yang aman bagi mereka. Sejak saat itu, Aco dan keluarganya menjadi bagian dari panti asuhan tersebut.
Orangtua : Yatim (yatim piatu)

Nama: Nurfadillah
Asal : Jeneponto
Usia: 14 tahun
Tiba di Jabal Rahmah: 16 Maret 2019
Kisahnya:
Nurfadillah, yang dikenal sebagai Nur, dulunya tinggal bersama kedua orang tuanya.
Namun, setelah perceraian, ibunya meninggalkannya dalam perawatan ayahnya, dan kehidupan Nur menjadi sangat sulit.
Ayahnya, yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan sumber keuangan terbatas, tidak dapat memberinya perawatan dan perhatian yang dibutuhkannya.
Akhirnya, ia memutuskan untuk membawa Nur ke panti asuhan Jabal Rahmah, dengan harapan di sana ia bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik, perlindungan, dan kesempatan nyata untuk masa depannya.
Orangtua : Bercerai
Nama: Deayanti
Asal : Gowa
Usia: 13 tahun
Tiba di Jabal Rahmah : 10 Oktober 2013
Kisahnya:
Dikenal sebagai Dea, ia tiba di usia 2 tahun bersama saudara laki-lakinya, keduanya menderita malnutrisi setelah ditelantarkan. Mereka tinggal bersama nenek mereka, yang tidak mampu lagi merawat mereka.
Sekarang Dea menerima perlindungan dan cinta yang ia butuhkan untuk tumbuh dengan bermartabat.
Orangtua : yatim piatu


Nama: Lilis
Asal : Bantaeng
Usia: 16 tahun
Tiba di Jabal Rahmah : 18 April 2017
Kisahnya:
Lilis Karlina Putri, akrab disapa Lilis, adalah seorang yatim piatu.
Setelah dibesarkan oleh bibinya, yang kemudian meninggal, Lilis berhenti bersekolah.
Pamannya kemudian membawanya ke Jabal Rahmah agar dia bisa hidup aman dan melanjutkan pendidikannya.
Orangtua : Yatim Piatu
